JUDUL : E-LEARNING DALAM PENDIDIKAN PAI
DOSEN: M.YUSUF ISKANDAR, S.PD.I. M. PD
NAMA : RIVAL SALASA
NPM : 161104090145
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kemajuan
teknologi informasi banyak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan dewasa ini. Khususnya teknologi
komputer dan internet, baik dalam hal perangkat keras maupun perangkat lunak,
memberikan banyak tawaran dan pilihan bagi dunia pendidikan untuk menunjang
proses pembelajaran, keunggulan yang ditawarkan bukan saja terletak pada faktor
kecepatan untuk mendapatkan informasi namun juga fasilitas multimedia yang
dapat membuat belajar lebih menarik, visual dan interaktif. Sejalan dengan
perkembangan teknologi internet, banyak kegiatan pembelajaran yang dapat
dilakukan dengan memanfaatkan teknologi ini.
E-Learning
biasa diartikan dengan elektronik learning yaitu pembelajaran yang berhubungan
dengan elektronik. Pada akhirnya elektronik learning dapat didefinisikan
sebagai upaya menghubungkan pembelajar (siswa dengan sumber belajar : database,
pakar/guru, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan.
Interaktivitas dalam hubungan tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun
tidak langsung.
B. Rumusan Masalah
1.Apa pengertian dari E-Learning dalam pendidikan islam?
2.Apa fungsi E-Learning dalam pendidikan islam ?
3.Bagaimana cara pengaplikasian E-Learning dalam kelas ?
4.Apa saja kelebihan dan kelemahan E-Learning dalam
pendidikan islam ?
5.Bagaimana dampak E-Learning terhadap kemajuan
pendidikan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
E-Learning Dalam Pendidikan Islam
E-Learning merupakan suatu teknologi informasi yang
relatif baru di Indonesia. E-Learning terdiridari 2 bagian yaitu “E” yang
merupakan singkatan dari Elektronik dan “Learning” yang berarti pembelajaran.
Jadi E-Learning berarti penbelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat
Elektronika, khususnya Komputer.[1]
Terdapat
beberapa pandangan yang mengarah kepada definisi E-Learning diantaranya:
1.E-Learning adalah Konvergensi antara belajar dan internet (Ban Of Amerika Securities)
2.E-Learning menggunakan kekuatan dan jalinan kerja, terutama dapat terjadi dalam teknologi Internet, tetapi juga dapat terjadi dalam jalinan kerja satelit da pemuasan digital untuk keperluan pembelajaran (Elit Tronsen).
1.E-Learning adalah Konvergensi antara belajar dan internet (Ban Of Amerika Securities)
2.E-Learning menggunakan kekuatan dan jalinan kerja, terutama dapat terjadi dalam teknologi Internet, tetapi juga dapat terjadi dalam jalinan kerja satelit da pemuasan digital untuk keperluan pembelajaran (Elit Tronsen).
3.E-Learning
adalah penggunaan jalinan kerja Teknologi untuk mendesain, mengirim, memilih,
mengorganisir pembelajaran (Eliut Masie).
4.E-Learning
adalah pembelajaran yang dapat terjadi di Internet (Cisco sitem).
5.E-Learning adalah dinamik, beroprasi pada waktu yang nyata, kolaborasi, individu, komprehensif (Greg Prist).
5.E-Learning adalah dinamik, beroprasi pada waktu yang nyata, kolaborasi, individu, komprehensif (Greg Prist).
6.E-Learning
adalah pengiriman sesuatu memlalui media elektronik termasuk internet,
intranet, exstranet, satelit broadcast, audio/vidio tape, televisi interaktif
dan CD Room (Cornelia Weageen)
7.E-Learning
adalah keseluruhan variasi internet dan teknologi Web untuk membuat, mengirim n
memfasilitasi pembelajaran (Robert Peterson dan Piper jafray).
8.E-Learning
menggunakan kekuatan dan jalinan kerja untuk pembelajaran dimanapun dan
kapanpun (Arista Knowledge Sistem).
Jadi E-Learning adalah Pembelajaran jarak jauh yang
menggunakan media elektronik dengan menggunakan jasa jaringan internet.[2]
B. Fungsi
E-Learning
Menurut Siahaan setidaknya ada 3 fungsi pembelajaran
Elektronik terhadap kegiatan penbelajaran di dalam kelas yaitu sebagi berikut :
1.
Sebagai suplemen pembelajaran yang sifatnya
pilihan/opsional.
E-Learning
berfungsi sebagai suplemen tambahan, apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah siswa akan
memanfaatkan materi pembelajaran elektronik/menggunakan pembelajaran model
konvensional. Jadi dalam hal ini tidak ada kewajiban/keharusan bagi siswa untuk
mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional peserta
didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan/wawasan.
2. Sebagai pelengkap (Komplemen) Pembelajaran
E-Learning
berfungsi sebagai komplemen/ pelengkap pembelajaran apabila meteri pembelajaran
elektronik di programkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima
siswa di dalam kelas Konvensional. Sebagai Komplemen berarti materi
pembelajaran elektronik. Di programkan untuk menjadi meteri Reinforcement
(Pengayakan) atau remidial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran Konvensional.
3.
Sebagai pengganti (Substitusi) Pembelajaran
E-Learning
sebagi pengganti (substitusi)jika pembelajaran elektronik sepenuhnya digunakan
dalam proses pembelajaran. Dalam kondisi ini siswa hanya belajar lewat
pembelajaran elektronik saja tanpa menggunakan pembelajaran lainnya.[3]
C. Pengaplikasian E-Learning dalam Kelas
Secara umum
terdapat beberapa hal penting sebagai persyaratan pelaksanaan E-Learning yaitu
sebagai berikut :
1.
Kegiatan proses pembelajaran dilakukan
melalui pemanfaatan jaringan.
2. Tersedianya
dukungan layanan Tutor yang dapat membantu siswa apabila mengalami
kesulitan belajar.
3. Adanya
Lembaga penyelenggara/Pengelola E-Learning.
4. Adanya
sikap positif dari siswa dan tenaga pendidik terhadap teknologi komputer dan internet.
5. Tersedianya rancangan sistem pembelajaran yang dapat
dipelajari/di ketehui oleh setiap siswa.
6. Adanya sistem evaluasi terhadap kemajuan belajar siswa
dan mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh
lembaga penyelenggara.
Sebelum
pengaplikasian E-Learning di suatu sekolah setidaknya ada empat hal yang perlu
di siapkan yaitu :
1.Melakukan
penyesuaian kurikulum. Kurikulum sifatnya Holistik di mana pengetehuan,
keterampilan dan nilai di integrasikan dengan kebutuhan di era informasi ini.
2.Melakukan variasi cara mengajar untuk mencapai dasar kompetensi yang ingin di capai dengan bantuan komputer.
2.Melakukan variasi cara mengajar untuk mencapai dasar kompetensi yang ingin di capai dengan bantuan komputer.
3.Melakukan
penilaian dengan memanfaatkan teknologi yang ada (menggunakan Komputer, On-Line
Assessement sistem).
4.Menyediakan
material pambelajaran seperti buku, komputer, multimedia, studio dll yang
memadahi. Materi pembelajran yang di simpan di dalam komputer dapat di akases
denagn mudah baik oleh guru maupun siswa.
Dalam proses
pembelajaran, aplikasi e-learning bisa mencakup aspek perencanaan,
implementasi, dan evaluasi.
Perencanaan
pembelajaran pada dasarnya merupakan gambaran rencana (skenario) yang
memproyeksikan mengenai beberapa aktivitas dan tindakan yang akan dilakukan
pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan demikian aplikasi
perencanaan pembelajaran yang berbasis e-learning pada dasarnya memuat rencana,
perkiraan dan gambaran umumkegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan
komputer, baik intra-net maupun inter-net. Pada prinsipnya dalam perencanaan
pembelajaran terdapat empat komponen utama, yaitu : materi/bahan ajar, kegiatan
belajar mengajar dan evaluasi.
Komponen tujuan berfungsi untuk menentukan arah kegiatan pembelajaran. Dari rumusan tujuan pembelajaran harus sudah terproyeksikan bagaimana proses berlangsungnya pembelajaran serta kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki siswa sebagai hasil belajar. Rumusan tujuan pembelajaran tidak hanya menggambarkan hasil, tetapi juga menggambarkan kegiatan atau proses.
Komponen tujuan berfungsi untuk menentukan arah kegiatan pembelajaran. Dari rumusan tujuan pembelajaran harus sudah terproyeksikan bagaimana proses berlangsungnya pembelajaran serta kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki siswa sebagai hasil belajar. Rumusan tujuan pembelajaran tidak hanya menggambarkan hasil, tetapi juga menggambarkan kegiatan atau proses.
Penetapan
bahan ajar akan berfungsi untuk memberi makna terhadap upaya pencapaian tujuan.
Dalam pembelajaran konvensional, bahan ajar untuk setiap mata pelajaran sudah
tersedia dalam buku paket, dan secara tatap muka disampaikan oleh guru dengan
metode pembelajaran yang dipilihnya. Sedangkan bahan ajar untuk e-learning,
selain dapat memanfaatkan buku sumber yang tersedia, juga dapat secara langsung
mengakses bahan ajar/informasi pada beberapa halaman web yang telah dibuat
sebelumnya. Dengan demikian perolehan informasi pembelajaran akan bersifat
lebih luas, mendalam dan bervariasi.
Kegiatan belajar mengajar yang tercakup dalam perencanaan pembelajaran pada intinya berisi deskripsi materi/bahan ajar, metode pembelajaran dan alat/media pembelajaran. Untuk kepentingan media pembelajaran berbasis e-learning, penentuan bahan ajar hanya memuat pokok-pokoknya saja,sementara deskripsi lengkap dari pokok-pokok bahan ajar disediakan dalam halaman web yang akan diakses siswa.
Kegiatan belajar mengajar yang tercakup dalam perencanaan pembelajaran pada intinya berisi deskripsi materi/bahan ajar, metode pembelajaran dan alat/media pembelajaran. Untuk kepentingan media pembelajaran berbasis e-learning, penentuan bahan ajar hanya memuat pokok-pokoknya saja,sementara deskripsi lengkap dari pokok-pokok bahan ajar disediakan dalam halaman web yang akan diakses siswa.
Dalam
implementasi pembelajaran, terdapat model penerapan e-learning yang bisa
digunakan , yaitu Selective Model, Sequential Model, Static Station Model,
Laboratory Model.
1.Selective
Model
Model selektif
ini digunakan jika jumlah komputer di sekolah sangat terbatas ( misalnya hanya
ada satu unit komputer ). Di dalam model ini, guru harus memilih salah satu
alat atau media yang tersedia yang dirasakan tepat untuk menyampaikan bahan
pelajaran. Jika guru menemukan bahan e-learning yang bermutu dari internet,
maka dengan terpaksa guru hanya dapat menunjukkan bahan pelajaran tersebut
kepada siswa sebagai bahan demonstrasi saja. Jika terdapat lebih dari satu
komputer di sekolah/ kelas, maka siswa harus diberi kesempatan untuk memperoleh
pengalaman langsung.
2.Sequential
Model
Model ini
digunakan jika jumlah komputer di sekolah/ kelas terbatas ( misalnya hanya dua
atau tiga unit komputer ). Para siswa dalam kelompok kecil secara bergiliran
menggunakan komputer untuk mencari sumber pelajaran yang dibutuhkan. Siswa
menggunakan bahan e-learning sebagai bahan rujukan atau untuk mencari informasi
baru.
3.Static
Station Model
Model ini
digunakan jika jumlah komputer di sekolah/ kelas terbatas, sebagaimana halnya dalam
Sequential Model. Di dalam model ini, guru mempunyai beberapa sumber belajar
yang berbeda untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sama. Bahan e-learning
digunakan oleh satu atau dua kelompok siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan. Kelompok siswa lainnya menggunakan sumber belajar yang
lain untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sama.
4.Laboratory
Model
Model ini
digunakan jika tersedia sejumlah komputer di sekolah/ laboratorium yang
dilengkapi dengan jaringan internet, dimana siswa dapat menggunakannya secara
lebih leluasa ( satu siswa satu komputer ). Dalam hal ini, bahan e-learning
dapat digunakan oleh seluruh siswa sebagai bahan pembelajaran mandiri.
Evaluasi
sebagai komponen terakhir dalam perencanaan berfungsi untuk mengukur sejauh
mana tujuan pembelajaran telah tercapai dan tindakan apa yang harus dilakukan
apabila tujuan tersebut belum tercapai. Melalui pendekatan pembelajaran
berbasis e-learning, kegiatan evaluasi untuk mengetahui hasil dapat dilakukan
secara bervariasi, setiap siswa dapat melihat suruhan-suruhan di halaman web.
Bisa berupa pertanyaan, tugas-tugas, atau latihan-latihan yang harus dikerjakan
siswa.[4]
Ada bebrapa faktor pendukung pembelajaran melalui teknologi informasi diantaranya :
* Faktor lingkungan, yang meliputi institusi penyelenggara pendidikan dan masyarakat.
*Siswa atau peserta didik meliputi usia, latar belakang, budaya, penguasaan bahasa dan berbagai gaya belajarnya.
*Guru atau
pendidik meliputi latar belakang,usia,gaya mengajar, pengalaman dan
personalitinya.
*Faktor teknologi meliputi Komputer, perangkat lunak, jaringan, koneksi ke internet dan berbagai kemampuan yang di butuhkan berkaitan dengan penerapan internet di lingkungan sekolah.[5]
*Faktor teknologi meliputi Komputer, perangkat lunak, jaringan, koneksi ke internet dan berbagai kemampuan yang di butuhkan berkaitan dengan penerapan internet di lingkungan sekolah.[5]
D. Kelebihan
dan Kelemahan E-Learning dalam pendidikan islam
1.Kelebihan e-learning dalam pendidikan
Ada beberapa
manfaat atau kelebihan penggunaan e-learning bagi beberapa pihak yang terkait.
a. Bagi Siswa
a. Bagi Siswa
Dengan
kegiatan pembelajaran melalui e-learning dimungkinkan berkembangnya
fleksibilitas belajar siswa yang optimal, dimana siswa dapat mengakses
bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Di samping itu siswa juga
dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat. Hal ini tentu berbeda dengan
pembelajaran konvensional, di mana proses belajar siswa dan guru telah
ditentukan waktu dan tempatnya.
b. Bagi guru
Dengan adanya e-learning ada beberapa
manfaat yang diperoleh guru :
1. Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar
yang menjadi tanggung
jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan
yang terjadi.
2. Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna
peningkatan wawasannya karena
waktu luang yang dimiliki relatif banyak.
3. Mengontrol
kebiasaan belajar peserta didik
c. Bagi sekolah
Dengan adanya
model pembelajaran e-learning berbasis web, maka sekolah akan tersedia bahan
ajar yang telah divalidasi sesuai dengan bidangnya sehingga setiap guru dapat
menggunakan dengan mudah serta efektivitas dan efisiensi pembelajaran di
jurusan secara keseluruhan akan meningkat, pengembangan isi pembelajaran akan
sesuai dengan pokok-pokok bahasan, sebagai pedoman praktis implementasi
pembelajaran sesuai dengan kondisi dan karakteristik pembelajaran, dan
mendorong menumbuhkan sikap kerjasama antara guru dengan guru dan guru dengan
siswa dalam memecahkan masalah pembelajaran.
2.
Kelemahan
e-learning dalam pembelajaran
Pemanfaatan
internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan,
antara lain :
1. Kurangnya interaksi antara guru dengan siswa atau bahkan
antarsiswa sendiri.
Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya
values dalam proses belajar mengajar;
2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek
sosial dan sebaliknya
mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial;
3. Proses belajar
mengajarnya cenderung ke arah pola pelatihan daripada pendidikan;
4. Berubahnya
peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran
konvensional,
kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT;
5. Siswa
yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal;
6. Tidak semua
tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik,
telepon ataupun komputer);
7. Kurangnya
mereka yang mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal internet dan
kurangnya penguasaan bahasa komputer.
E. Dampak E-Learning dalam Pendidikan
Ada beberapa
dampak positif yang dapat diperoleh mahasiswa dari penggunaan metode ini.
1. Metode
pembelajaran ini bisa dilakukan kapan saja asal sesuai dan memenuhi target
yang diberikan universitas.
2. Lebih
efisien dan efektif. Hal ini karena metode ini dapat menghemat waktu dan
tenaga,
mahasiswa
tidak perlu pergi ke kampus untuk belajar, jadwal kuliah fleksibel karena jadwal kuliah tidak dibakukan dan dapat
meminimalisir mahasiswa mengantuk atau bosan ketika mengikuti kuliah. Apabila
mahasiswa diberi tugas oleh dosen mereka bisa langsung mencari jawaban dari
tugas tersebut lewat browsing di internet langsung.
3. Metode ini dapat menghemat biaya yang dikeluarkan
mahasiswa. Apabila semua dosen di
universitas menggunakan metode ini, maka mahasiswa tidak perlu membayar biaya
perkuliahan dalam jumlah besar. Mahasiswa tidak perlu mengeluarkan uang untuk
browsing internet karena sebagian besar universitasnya menyediakan fasilitas
hot spot (wi fi zone).
4. Mahasiswa
harus benar-benar aktif dalam proses belajar, karena dosen hanya bertindak
sebagai pengarah, mediator, motivator, dan
fasilitator.
5. Secara
tidak langsung metode pembelajaran ini mendorong mahasiswa untuk
memanfaatkan teknologi sahingga mahasiswa
tidak hanya mendapatkan ilmu tetapi juga
supaya tidak gaptek (gagap teknologi).
Mengingat di zaman yang maju dan modern
seperti ini penguasaan teknologi sangat
dibutuhkan.
6. Dapat menghemat penggunaan kertas yang
digunakan untuk mencatat atau mengerjakan
tugas
sehingga dapat membantu mencegah perluasan atau percepatan global warming.
Seperti
yang kita ketahui bersama bahwa kertas terbuat dari bahan dasar pohon, padahal
pohon
merupakan “peredam” global warming.[6]
Penggunaan
metode pembelajaran e-learning ini selain berdampak positif tetapi juga
berdampak negatif bagi mahasiswa. Beberapa kerugian yang ditimbulkan dari
penggunaan metode e-learning bagi mahasiswa antara lain :
1.Tidak semua
mata kuliah menuntut mahasiswa harus aktif sepenuhnya, seperti mata kuliah
kalkulus, statistik, akuntansi, fisika atau mata kuliah kantitatif lainnya yang
memerlukan bimbingan dari dosennya langsung. Untuk mata kuliah tersebut seperti
itu pembelajaran seperti biasanya masih sangat dibutuhkan oleh mahasiswa.
2.Metode ini
membuat mahasiswa menjadi malas karena semuanya serba instant.
3.Penggunaan teknologi internet dalam proses belajar mengajar membuat mahasiswa semakin jauh dari buku. Padahal bagaimanapun juga buku adalah jendela dunia.
3.Penggunaan teknologi internet dalam proses belajar mengajar membuat mahasiswa semakin jauh dari buku. Padahal bagaimanapun juga buku adalah jendela dunia.
4.Selain itu
pertanggung jawaban dari pelajaran yang diajarkan melalui metode e-learning
sulit dibuktikan karena pembelajaran tersebut berada di dunia maya, dimana
didunia ini semua bisa dimanipulasi dengan mudah.
5.Kurangnya
atau minimnya tatap muka antara dosen dan mahasiswa membuat komunikasi diantara
keduanya kurang, padahal saat ini komunukasi langsung sangat diperlukan. Selain
itu, kadang mahasiswa sama sekali tidak tahu siapa dosennya sehingga mahasiswa
kurang hormat terhadap dosennya.[7]
Jadi
penggunaan metode e-learning yang semakin digemari dosen dapat menimbulkan
dampak positif seperti: metode ini lebih efektif dan efisien, menghemat waktu,
biaya dan tenaga, memdorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi, dan
mencegah global warming terlalu parah. Selain dampak positif, penggunaan metode
ini juga menimbulkan dampak negatif, yaitu membuat mahasiswa menjadi malas,
semakin jauh dari buku, dan kurang mengetahui serta menghormati dosennya karena
kurangnya komunikasi langsung. Untuk itu, penggunaan metode pembelajaran
e-learning harus ditinjau ulang lagi apakah benar-benar bermanfaat bagi
mahasiswa atau tidak. Usahakan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan
dari penggunaan metode ini. Meskipun metode ini digunakan tetap harus
mengutamakan komunikasi langsung antara mahasiswa dengan dosen.
Pembelajaran
Berbasis Web (Web Based Learning)
WBL atau
sering juga disebut on-line learning merupakan suatu sistem atau proses untuk
melaksanakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh melalui aplikasi Web dan
jaringan internet. Meskipun pada prinsipnya web learning dapat berjalan di area
lokal (LAN), namun WBL merupakan perwujudan dari upaya pengembangan e-learning
dengan basis web.
Simamora mendeskripsikan komponen-komponen WBL, baik dalam interaksi langsung maupun interaksi tidak langsung adalah sebagai berikut :
Simamora mendeskripsikan komponen-komponen WBL, baik dalam interaksi langsung maupun interaksi tidak langsung adalah sebagai berikut :
a. Interaksi secara tidak langsung dalam WBL dapat diwujudkan
dengan menggunakan :
1.Elektronik
mail (e-mail), merupakan layanan yang paling banyak digunakan dalam web.
E-mail dapat
dimanfaatkan siswa sebagai media komunikasi pribadi untuk bertanya
terhadap materi
yang diajarkan, meminta bantuan, menerima masukan dan partisipasi lain
2.Newsgroup, merupakan media komunikasi antarsiswa untuk diskusi dan berkolaborasi
2.Newsgroup, merupakan media komunikasi antarsiswa untuk diskusi dan berkolaborasi
dalam suatu
kelompok tertentu. Bentuk diskusi newsgroup dapat dikelompokkan dalam
satu topik
tertentu dan keseluruhan tanggapan, pendapat dari siswa dapat dilihat seluruh
komunitas yang
tergabung dalam newsgroup tersebut
3.Bulletin board
file exchange, merupakan media komunikasi untuk dapat menukarkan
dokumen,
mengirim dokumen yang ditugaskan oleh guru dan kolaborasi dokumen antarsiswa
b.Untuk interaksi secara langsung (real time)
melalui WBL dapat dilakukan dengan menggunakan :
1.Chat : merupakan media komunikasi langsung
antarsiswa dalam bentuk text. Salah satu
program yang dipakai untuk chat adalah
IRC (internet relay chat) atau UNIX talk
program
2.Aplication sharing menggunakan aplikasi khusus yang memungkinkan suatu group
2.Aplication sharing menggunakan aplikasi khusus yang memungkinkan suatu group
berkolaborasi secara langsung pada suatu
dokumen kerja dengan melakukan editing
secara jarak jauh
3.Audio/videoconference menggunakan aplikasi
perangkat lunak khusus yang
memungkinkan terjadinya komunikasi audio /
videoconference, beberapa aplikasi
komersil web learning telah menyediakan
fasilitas audio/ videoconference melalui web[8]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kemajuan teknologi informasi banyak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan dewasa ini. Khususnya teknologi komputer dan internet, baik dalam hal perangkat keras maupun perangkat lunak, memberikan banyak tawaran dan pilihan bagi dunia pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran, keunggulan yang ditawarkan bukan saja terletak pada faktor kecepatan untuk mendapatkan informasi namun juga fasilitas multimedia yang dapat membuat belajar lebih menarik, visual dan interaktif. Sejalan dengan perkembangan teknologi internet, banyak kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi ini.
Kemajuan teknologi informasi banyak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan dewasa ini. Khususnya teknologi komputer dan internet, baik dalam hal perangkat keras maupun perangkat lunak, memberikan banyak tawaran dan pilihan bagi dunia pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran, keunggulan yang ditawarkan bukan saja terletak pada faktor kecepatan untuk mendapatkan informasi namun juga fasilitas multimedia yang dapat membuat belajar lebih menarik, visual dan interaktif. Sejalan dengan perkembangan teknologi internet, banyak kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi ini.
E-Learning
biasa diartikan dengan elektronik learning yaitu pembelajaran yang berhubungan
dengan elektronik. Pada akhirnya elektronik learning dapat didefinisikan
sebagai upaya menghubungkan pembelajar (siswa dengan sumber belajar : database,
pakar/guru, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan.
Interaktivitas dalam hubungan tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun
tidak langsung.
B. Saran
Demikian makalah ini kami buat, semoga dapat menambah ilmu kita semua. Kami sadar dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang membangun tetap diharapkan sebagai acuan dalam pembuatan makalah selanjutnya.
Demikian makalah ini kami buat, semoga dapat menambah ilmu kita semua. Kami sadar dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang membangun tetap diharapkan sebagai acuan dalam pembuatan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Dewi Salma Prawiradilaga, Mozaik Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2007
Ø Saefudin Udin Sa’ud, Inovasi
Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2008
Ø Made Wena, Strategi
Pembelajaran Inovatif Kontemporer, Jakarta: PT Bumi Aksara,2009
Ø Azhar Arsyad, Media
pembelajaran, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003

Komentar
Posting Komentar